Wednesday, November 08, 2006

Home

Another summer day
Has come and gone away
In Paris and Rome
But I wanna go home
Mmmmmmmm

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Babe I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that

Another aeroplane
Another sunny place
I’m lucky I know
But I wanna go home
Mmmm, I’ve got to go home

Let me go home
'Cause I’m just too far from where you are
I wanna come home

And I feel just like I’m living someone else’s life
It’s like I just stepped outside
When everything was going right
And I know just why you could not
Come along with me
That this is not your dream
But you always believed in me

Another winter day has come
And gone away
In even Paris and Rome
And I wanna go home
Let me go home

And I’m surrounded by
A million people I
Still feel all alone
Oh, let me go home
Oh, I miss you, you know

Let me go home
I’ve had my run
Baby, I’m done
I gotta go home
Let me go home
It will all be all right
I’ll be home tonight
I’m coming back home

-------------------Michael Buble

Well done, Michael! You've successfully translated what I'm feeling right now.

just let me go home......

Tuesday, October 31, 2006

Ngaku Dosa

Hai hai, saya hadir mau membuat pengakuan atas dosa-dosa yang sudah saya lakukan (note: seingatnya dan yang paling meninggalkan kesan doank yah hoho) selama satu minggu ini. *Entah kenapa kok kesannya saya malah bangga gini yah??;P*

Dosa pertama yang paling membekas adalah yang saya lakukan hari Rabu minggu lalu. Saya sudah menyebabkan penambahan populasi makhluk hidup tak berumah di dunia ini -at least di Singapore lah hoho- huhu. Walau itu kejadiannya bisa dibilang suatu ketidaksengajaan, tapi tetep aja perasaan bersalah tu ada. Saya...waktu malam-malam pulang dari cellgroup ga sengaja menghancurkan rumahnya siput yang kayanya lagi berusaha nyebrang trotoar hiks. Rumahnya hancur berkeping-keping karena imbas berat badan saya huhu. Mana githu saya masih ga sadar lagi. Jadi kan waktu itu saya lagi jalan mau ke bus stop sama satu temen. Trus kan malam, gelap, dan banyak daun kering di trotoar. So, waktu saya ngerasa abis nginjek sesuatu n berbunyi krakk githu, saya pikir saya tu abis nginjek daun kering. Jadi sebodo amat, tetep aja abis itu jalan dengan bahagianya. Sampai teman saya nyeletuk

teman :
lo abis nginjek siput tu.
sher : hah? masa sich? bukan daun kering yah?
teman : bukan lah. *gila, mata ni orang awas bener yah, waktu itu udah malam, gelap, abis ujan pula ckckckck*
langsung berbalik ke tempat kejadian kriminal dan melakukan investigasi.
sher : *setelah nungging buat ngeliatin* ga ah,daun kering kok.
teman : liat yang bener kali. siput itu. Rumahnya udah hancur lo.
sher : *iya sich, serakan daunnya rada aneh githu. Trus tadi pas nginjak rasanya lebih solid daripada sekedar daun* eh iya yah? huwaaaaaaaaa...gimana doonkkkk...aku udah bikin siputnya jadi gelandangan homeless huhuhuhu...mati ga tu siputnya?
teman : ga kok, tadi masih gerak-gerak. *gila ni orang punya mata super yah? - mengassume mata saya yang minus 300 ini yang normal hoahahhaha*
sher : huhuhu..kenapa ga kabur aja sich itu siput nya?? eh, walau dia ngabur juga mana sempat yah hehehhe *dasar cewek kejam, masih bisa tertawa di atas penderitaan seekor siput ckckck*

Huhu. Jadi sepanjang jalan pulang saya sibuk memikirkan nasib itu siput gimana. Kan waktu itu habis ujan, dingin githu. Kalo dia kedinginan gimana yah? Udah ga ada rumah lagi huhu. Sampe sempat mikir, "rumah siput bisa tumbuh lagi ga yah kalo abis ancur githu?". Ya ya, bego yah, emangnya buntut cicak hiiii...eh, srius, bisa ga to?

Dosa kedua baru aja saya lakukan pagi ini huhu. Main drama di depan bos. Halah. Kan saya mo minta leave buat hari Jumat nanti. Mau bilang family issue, padahal sich mo pergi buat interview kerja yang lain. Kejam nian diriku yah? Anyway, this was how the conversation went:

sher : boss, may I take a leave on Friday?
bos : yeah, sure, forever ma?
sher : no, I have to go back to Indonesia. Some family issues. *kayanya mulai dr sini tampang saya tanpa sadar saya buat semelas mungkin dech*
bos : oh, it looks so bad. Is it ok? *he was showing sincere symphaty, he's a nice guy indeed, i must admit*
sher : *ok, i was carried away, i could even cry at that spot* I dont know yet. I'll have to see. I'll be back on Monday though.
bos : So fast ma? You can stay longer, you know.
sher : *ok, i'm bad, really really bad* no, it's ok.
bos : Ok, you can just email lah, if you need to stay longer.

Haizzz...dosa oh dosa. Eh, saya berpotensi jadi artis juga kali yah? Hmm...gimana kalo saya daftar ke Multivision Plus buat casting salah satu sinetron mereka yang naujubilah ga realistis banget dan amat sangat ga mutu tapi tetep aja laris manis? Ah, iya yah, saya lupa...ga usah dech, paling dapat peran jadi bebek huhuhuhu.

Dosa oh dosa.....begitu mudahnya untuk dilakukan haiizzz....

Tuesday, October 17, 2006

One missing period

Have you ever experienced one period of time of your life whereby you're not actually living? Your body is moving. You talk. You laugh. You eat. You watch tv. You hang out. But, no matter what you do, you do it as a robot. You don't feel it. Your soul is just not present. You do it just because you have to do it.

Well, that is what I'm going through right now.

I go to work everyday. I eat. I communicate. Sometimes I hang out on weekend. I laugh, though I cry more often lately. But, whatever I do, I feel empty. I'm not living this very moment of my life. Days come and go just like that. Often I walk as an empty moving body. My soul is not with me. My heart does not belong to me anymore.

I feel trapped. I was a free soul once, I can go wherever I want to go, I can soar high freely. And now, my feet are tightly tied to the ground. I'm living my days at place which I don't belong to anymore. As much as I want to find my home, I'm greatly limited by condition, situation, consequences of my action, and any other considerations. I'm now in between the urge to find my life and happiness and the responsibility and obligation of being and doing what the world expects me to be.

This is not the life that I want. And whenever I say that, I feel so guilty to the world for my selfishness. But to continue living this way........I simply can't imagine what kind of person I'd become.

I just want need -- less selfish, no? -- to find my home, a place where I'm complete with soul and heart, and to find thing that I can do joyfully. How?

Remember sometime ago, I was always forgetting what year it is now. I always thought this year is already 2007. So, I guess, I might be as well supposed to forget that I have year 2006, huh? Considering what had happened throughout this year...more pain than sincere smile.

Oh, and do you know what did I start my first second of 2006 with?

A crying heart disguised into a fake smile.

Friday, October 13, 2006

Tidak bahagia jadi cewek pendek

"...bodynya cewek itu bagus yah, tinggi, langsing, bla bla bla..."

"...coba aku lebih tinggi dikiiiiit aja...enak kali yah..."

"...iyah, kamu mah enak, tinggi, kalo kaya aku mah bla bla bla..."

Hayo para makhluk yang merasa dirinya bergender cewek, ngaku, sapa aja yang pernah mengeluh soal tinggi badan kamu yang kurang tinggi? Pasti banyak, d hoho:p

Kenapa yah cewek-cewek itu kepengennya punya badan yang tinggi dan langsing bak para model githu? Kalau langsing wajar lah yah, mana ada yang mau badannya kaya karung gula coba. Tapi, kenapa pendek dan langsing itu ga cukup? Kadang kan ada komentar lain yang bunyinya gini nih:
"body cewek itu langsing yah..."
"iyah, cuma sayang kurang tinggi."

Betul ga? Apa enaknya sich punya badan tinggi? Apa ga enaknya juga kalo badannya ga tinggi-tinggi amat?

Nah, saya, sebagai salah satu anggota komunitas cewek dengan tinggi badan yang agak diatas rata-rata cewek Asia, mau protes. Jadi cewek tinggi ga enak-enak amat juga, kok. Nich alasan-alasannya *ini dilihat dari sudut pandang saya sebagai kaum awam, kalau saya model mungkin lain lagi pandangannya* :
  1. Disaat trend mode cewek-cewek pada pake sendal sepatu dengan hak 7-10 cm, saya ga bisa ikut-ikutan. Yah, saya emang bukan cewek dengan pede yang berlebihan sich, jadinya ga berani. Lagian saya ga mau jadi tiang listrik diantara teman-teman jalan yang lainnya. Risih tau. Jangankan 7-10 cm, yang 5 cm aja saya udah mikir panjang kali lebar. Trus kadang kalau ketemu sama cewek di jalan yang lagi pake sendal hak tinggi, sedangkan saya cuma bersendal jepit ceper ria aja, masih tinggian saya jauh. Kan sungkan kalau menjulang tinggi menuju angkasa sendirian huhu. Disisi lain, kalian yang ga tinggi-tinggi amat, mau pake sendal atau sepatu dengan hak setinggi pohon cabe juga ga masalah. Intinya, kalau pendek, masih bisa dikompensasi dengan penggunaan sendal atau sepatu berhak. Sedangkan kalau asalnya emang udah tinggi, mau pake sendal hak yang tinggi juga sich sah-sah aja asal yang punya badan stock self-confidence nya cukup, tapi kebanyakan sich pada ogah. Ya itu tadi, risih. Belum lagi kadang disertai dengan tatapan orang-orang yang entah sirik atau malah mikir "buset, tinggi amat ni cewek. Udah tinggi, masih pake hak tinggi lagi. Mau ngalahin tingginya monas apa yah.."
  2. Karena cewek tinggi di Asia itu bisa dibilang kaum minoritas, kebanyakan cewek-cewek yang tinggi postur tubuhnya punya kecenderungan jadi bungkuk (termasuk saya, untung cepat sadarnya sebelum keterusan jadi postur tetap^^). Lah, gimana ga bungkuk coba, kalau untuk bicara sama teman atau keluarganya dia mesti mendongak ke bawah *ya ya saya tau, dimana-mana mendongak itu ke atas, udah ga usah protes=P*. Ditambah, ya risih itu tadi, jadi yang paling menjulang tu ga enak. Jadinya banyak yang tanpa sadar membungkukkan badannya sendiri untuk mengurangi gap perbedaan tinggi antara dia sama lingkungannya. Tinggi, langsing, tapi bungkuk, ya ga bagus juga to?
  3. Sering dimintai tolong buat melakukan hal-hal yang berhubungan dengan menjangkau tempat tinggi. Kalau kamu pendek, kan ga mungkin toh dimintai tolong ngambil barang di lemari atas atau bantu masang gorden jendela kalau di sebelah kamu ada yg lebih tinggi. Jadi, at least kerjaan berkurang dikit githu hihi. Kecuali kalau di dekat situ ada cowok, yah. Eh, tapi kalau cowoknya juga lebih pendek ya ga ngefek to yo?Tetap balik ke cewek tinggi huhu.
  4. "Kalau tinggi kan enak, bisa jadi model." Lha, kalau yang ga minat jadi model, kaya saya gimana? Kan ga semua cewek tinggi mau memanfaatkan tinggi badannya untuk jadi model.
  5. Point penting nich, pilihan cowok lebih sedikit hohoho. Tau donk, cowok Indo atau Asia itu mayoritas ga tinggi-tinggi amat sedangkan kebanyakan kan pada kepengen pacarnya lebih tinggi jauh biar kalau pake sendal hak ga bye-bye githu cowoknya *alias kebalap tingginya*. Jadi probabilitas cowok yang masuk kategori memenuhi kriteria tinggi nya kami dibandingin sama probabilitas yang sama untuk kalian, cewek-cewek yang lebih pendek, ya jelas-jelas angka kami dibawa kalian lah. Gampangnya, target market kami itu ter-include dalam kelompok target market kalian. Target kami bisa kalian makan, tapi ada sebagian target kalian yang ga bisa kami makan.*catatan: selalu ada pengecualian lho yah. Opini di sini tidak mutlak selalu begini adanya hoho.*

Jadi, jadi cewek tinggi itu ada enaknya, banyak juga ga enaknya kok. Jadi cewek pendek juga ga selamanya ga enak. Saya juga kadang kepengen bisa lebih pendek berapa senti githu. Tapi percuma, wong badannya udah segini ukurannya, yah nerimo aja lah. Lagian, apapun bentuk dan postur badan kalian, semua cewek itu cantik kok pada dasarnya.

Afterall, inner beauty still prevails, right?;)

Oh, indahnya Jumat. Happy weekend smuanyaaaaaaa....^^

Note: The picture above was taken from http://www.citizenship.gov.on.ca/owd/english/youth/bodyimage_history.htm


Friday, September 22, 2006

Salah satu entry yang juga ga mutu=P

Saya lagi kengangguran ini. Sekarang baru mau jam 5 sore, padahal kerjaan di kantor udah ga ada. Jadi selama satu jam ke depan sukses saya ga tau mau ngapa-ngapain lagi huhuhu...Benernya kalo mo pulang sekarang juga bisa sich, berhubung bos juga lagi ga ada di kantor, n kemungkinan sich kayanya dia ga bakal balik lagi d. Kalopun balik juga palingan sayanya yang udah pulang. Tapi jangan d, sungkan ama teman kantor hehe..Saya kan setiacolleague booo hohoho.

Oh, anyway ada yang nanya ada apa sama saya sehubungan dengan entry sebelumnya. Hoho, saya ga kenapa-napa, kok. Cuma yah itu, lagi jenuh aja kali yah hehe. Nothing to worry about^^

Nulis apa yaaaaa.........

Oh iya, saya mau create nickname khusus buat di blog ini ah. *lagi-lagi ga mutu, kan? maklum d, kengangguran gini jadinya nyari-nyari kesibukan githu hihihi*

Jadi, nickname yah...hmm...berhubung ini blog namanya cipratciprit, jdnya saya mau ambil dr itu aja, d. Let's see...
cipratciprit --> sama ama blog, ga seru ah. Lagian kayanya rada ribet ngomongnya.
ckuadrat --> e sama dengan mc kuadrat. Bah, mathematical sekaleee..
patpit --> jadi inget paman piet nya Santa Clause hihihi..item, kecil, dekil..dih, ga cocok sama image blog owner nya hohoho*emang image sang blog owner gimana yah??hohoho*
cici --> errrr...pass...ga suka..
pratprit --> kaya bunyi.....*aduh, dang, saya ga ingat sumpritannya pak/bu polisi lalu lintas tu namanya apa yah alatnya? sumpritan githu? tiupan? apaan sich???aduh...whistle itu lhooo, bahasa indonya apa yaaaaa...huhu, sedih dech, lupa bahasa sendiri hiks...* Anyway, pass juga d. Ga baik, mengingatkan saya sama versi dar-dor nya seseorang. Halah.
ipatipit --> hihi...hihihi...lucu yah? hihi.....sounds cute githu.....hehe

Set dah, nickname baru saya di blog jadinya ipatipit. Hehe.
*Iya saya tau, ini entry ga mutunya kebangetan huhu. Maap d.*

Sunday, September 17, 2006

An Anti-social Being

Lately, I have been an anti-social cute human being. (but still the same narcissistic old me=P) I don't exactly know when it all started, but now I find myself too comfortable (Am I?) in my little tiny box that I just simply don't wanna go out. I am not that exciting anymore in meeting new people. (Please do not relate this with my job, it's another different thing) Going to the cinema is not as much fun for me as it was before. I just simply count myself out of all activities other than work, cellgroup, and church. At any other time but those three, I'd just stay at home. Ya ya, not that I have so much spare time anymore nowadays. But, you see, the problem is even before I started working, I'd already been like this. And to my surprise, I actually was quite enjoying my doing-nothing-period back then. My friends asked me out a few times and I somehow managed to find excuses to say no (luckily, there were some valid excuses at that time hohoho...I did not lie, mind you) I think slowly I shut myself out of my used-to-be-my-world and of my friends. And why would I do this???

I get so unsocial to the point where loneliness is no longer frightened me. Instead, sometimes I enjoy my being alone so much that I kinda hope that no one will come closer and try to make any contact with me. Scary, huh?!

Do not wanna meet people, do not go out....do I still have a life?

Why exactly am I like this? Can anybody tell me the answer?

Or, maybe, deep down in me I already know what the answer is, but I just refuse to admit it. I am acting as such an idiot...


*Ya sudah, bener-bener buang saya ke hutan aja sekalian. Hutan Kalimantan bolehlah. Biarin aja saya berteman sama para bekantan (bekantan dari Kalimantan, betul kan? -->bener-bener orang Kalimantan gagal saya mah-_-' ) sampai akhirnya saya nemuin jalan pulang ke rumah hohoho...Kacau, kacau...

Friday, September 08, 2006

Pernah ga kamu mengharapkan sesuatu (bukan mengharapkan jadi barang milik yah), hmm...how to say..mengharapkan keadaan dari sesuatu itu berubah. Anggap aja keadaannya sekarang ga baik-baik amat. Jadi kamu mengharapkan akan tiba saatnya nanti keadaan dari sesuatu itu berubah jadi lebih baik. Padahal, kalau dipikir-pikir, keadaannya baik atau buruk pun ga akan berpengaruh sama kehidupan kamu. Sesuatu itu tetep aja seperti sekarang, kamu ya bisa hidup dengan lancar-lancar aja. Dan lagi, sebenernya, kamu akan lebih baik kalau berhenti memikirkan sesuatu itu, apalagi berharap macam-macam terhadap sesuatu itu.

Cuma, kamu ngerasa ga sampai hati aja githu ngelupainnya n ngebiarin keadaan dia ga berubah. Padahal untuk ngubahnya juga kamu ga bisa ngelakuin apa-apa. Cuma bisa berdoa dan berharap ada keajaiban suatu saat harapan kamu terkabul. Mungkin ga tiba-tiba langsung berubah, pake proses yang lama pun gapapa. As long as in the end sesuatu itu bener-bener jadi baik. But again, you somehow realize that you are better off without it. Dan untuk bener-bener ngelupainnya, berarti kan kamu harus berhenti mikirin tentang sesuatu itu juga. Berhenti mikirin berarti berhenti berharap berarti berhenti berdoa. Somehow, ga bisa, ga rela, ga tega. Dan somehow juga kamu ngerasa, klo misnya keadaan sesuatu itu sudah berubah jadi lebih baik, kamu bisa jadi lebih tenang. Melupakannya juga mungkin lebih mudah.

Jadi harus gimana?

Haiz...saya ini lagi ngomong apa sich....

Ga mutu.

Sudah weekend hohoho...Setelah kerja baru ngerasa berapa berharganya weekend itu hehehehe.

This page is powered by Blogger. Isn't yours?